Guru Pembelajar

Guru Pembelajar

Gerakan Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah

Sahabat Keluarga Kemdikbud - Gerakan Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah


Tidak terasa libur akhir tahun pelajaran 2015/2016 sudah akan berakhir, dan tahun ajaran baru 2016/2017 akan segera dimulai, tepatnya pada hari senin tanggal 18 Juli 2016 besok. Seperti yang pernah dilakukan pada tahun 2015 lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun ajaran baru besok mencanangkan Gerakan Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah.

Mengantar anak ke sekolah merupakan langkah awal orang tua melibatkan diri dalam proses pendidikan anak di sekolah. Berbagai survey menunjukkan, keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan Anak berpengaruh signifikan dalam meningkatkan prestasi anak dan membangun karakter yang positif.

Namun yang perlu dipahami di sini adalah gerakan mengantar anak sekolah bukanlah sebatas mengantar anak sampai pintu gerbang sekolah, tetapi lebih dari itu.

Apa yang kira-kira dapat Ayah Ibu lakukan agar anak dapat menghadapi hari pertama ia sekolah dengan antusias? Dikutip dari portal temantakita.com, ada lima hal yang dapat dilakukan orang tua.

5 Tips Untuk Orang Tua pada hari Pertama Sekolah Anak

hari pertama sekolah
Sahabat keluarga - hari pertama sekolah

1. Bangun lebih pagi


Biasakan kita dan juga mengajak anak-anak bangun lebih pagi untuk bersiap-siap ke sekolah, terutama untuk anak yang baru pertama kali mengenal sekolah.

Ayah Ibu mungkin akan sedikit direpotkan dengan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran anak. “Aku nanti sama siapa di sana?” “Ayah Ibu temani aku, kan?” “Aku mau di rumah saja nonton TV!”

Bangun lebih pagi akan sangat membantu Ayah Ibu membantu anak bersiap-siap – termasuk menghadapi kekhawatiran anak – ke sekolah di hari pertamanya. Bahkan hal-hal kecil seperti menyempatkan sarapan, akan membuat hari pertama anak di sekolah menjadi lebih menyenangkan dan penuh energi. Anak bisa datang tepat waktu, dan Ayah Ibu tak perlu terlambat bekerja.

2. Antar anak ke sekolah


Sepanjang perjalanan mengantar anak ke sekolah, tunjukkan bahwa orang tua juga antusias menyambut kesempatan anak untuk belajar hal-hal baru selama setahun ke depan. Jangan menambah kekhawatiran anak dengan menunjukkan kekhawatiran Anda, karena bisa jadi – terutama untuk anak yang lebih kecil – anak bisa jadi urung ke sekolah.

3. Berkeliling seputar lingkungan sekolah


Tunjukkan pada anak halaman sekolah, tempat bermain jika ada, kamar mandi, kelas anak, dan Ayah Ibu bisa membuat janji anak di titik mana Anda menunggu anak pulang, agar anak tidak kebingungan menghampiri Anda. Biarkan anak menunjukkan dan menceritakan kepada Anda tempat-tempat kesukaannya, yang akan semakin mengafirmasi semangat dan hal-hal positif yang dilakukannya di sekolah.

4. Temui guru dan orangtua lainnya


Ayah Ibu akan menjumpai banyak orangtua lain dan guru-guru yang sudah menyiapkan sesuatu yang spesial di hari pertama sekolah anak. Ingat bahwa keberhasilan akademik anak di sekolah, tidak hanya bergantung pada guru saja, melainkan kekompakan dan kerjasama antara pihak guru dan orangtua, maupun sesama orangtua. Guru dan orangtua yang lain adalah mitra pendidik anak, yang sama-sama menginginkan anak bahagia dengan belajar di sekolah. Temui dan kenali mereka, dan bangun relasi positif bersama.

5. Ajak anak bercerita sepulang sekolah


Ada banyak sekali pertanyaan keren yang bisa Ayah Ibu ajukan kepada anak selepas hari pertama sekolah mereka beserta manfaatnya. Sebaiknya, fokus untuk menggali kesan positif yang didapat anak di sekolah atau kelas barunya – oleh karena itu, kita perlu belajar cara mengajukan pertanyaan dengan tepat pula. Mengapa kesan positif? Kesan positif (ataupun negatif) menjadi pengalaman yang biasanya melekat di benak anak saat berjumpa atau belajar hal baru, yang berbuah menjadi semangat atau keengganan belajar.

Bagi orang tua yang anak-anaknya baru akan masuk PAUD pada tahun ajaran besok, memasuki hari pertama sekolah di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), tak sedikit anak-anak yang ngambek tidak mau sekolah, mau sekolah tapi ditemani ibunya dan berbagai alasan lainnya.
Nah, berikut ini tips-tips tambahan yang perlu dilakukan pada hari pertama masuk sekolah.

7 Tip Mengantar Hari pertama Anak di PAUD

mengantar anak di hari pertama sekolah
gerakan mengantar anak di hari pertama sekolah

1. Cerita tentang sekolah


Ajak anak saat pendaftaran. Beri kesempatan anak melihat adanya berbagai permainan, berkenalan dengan guru-gurunya. Ceritakan, bahwa nanti di sekolah akan ada jenis-jenis permainan dengan teman-temannya. Ceritakan pula bahwa saat bersekolah nantinya akan membawa makanan dan minuman yang disenangi anak. Informasi ini akan membuat anak memiliki gambaran mengenai situasi yang akan di hadapinya di sekolah kelak.

2. Pengenalan lingkungan sekolah


Sebagian sekolah menerapkan sistem trial, yakni anak atau calon siswa  dapat mencoba mengikuti kegiatan di kelas selama 2–3 hari sebelum benar–benar menjadi murid di sana.     Manfaatkan kesempatan ini. Kalau tidak ada trial, mintalah izin dari pihak sekolah untuk mengajak anak melakukan kunjungan awal. Umumnya uji coba itu akan membuat si prasekolah lebih siap saat waktu sekolah tiba.

3. Persiapan menjelang hari pertama masuk sekolah


Malam hari sebelum hari pertama sekolah, siapkan kebutuhan sekolah anak, dari seragam, tas, boks makanan, botol minum, baju ganti yang hendak dibawa, dan sebagainya.  Minta anak cepat naik ke peraduan, sehingga kebutuhan tidurnya tercukupi dan keesokan hari ia bisa bangun pagi, juga segar saat pergi ke sekolah.

4. Pada saat hari pertama sekolah


Perlu juga dijelaskan pada anak bahwa ayah–ibu hanya mengantar ke sekolah tapi tidak menunggui di kelas sampai usai jam sekolah. Ia akan di jemput oleh ibu/nenek/pengasuh saat pulang sekolah.

5. Percayakan anak pada sekolah


Perasaan orangtua, seperti kegelisahan/kecemasan/kekhawatiran dapat memengaruhi anak. Oleh sebab itu, yakinkan pada diri Anda begitu “serah–terima” anak kepada guru kelas,  anak akan baik–baik saja. Kecemasan hanya akan membuat Anda menunggu di depan kelas dan membuat anak jadi tak focus pada kegiatan di kelas karena selalu mencari–cari Anda.

6. Jalin komunikasi dengan guru


Jalin komunikasi dengan guru. Misal, jelaskan bagaimana sifat anak, apakah ia termasuk agak pemalu dan sebagainya. Dengan begitu guru memiliki catatan tersendiri dan membuat srategi tertentu agar si anak dapat mudah berbaur serta bergaul dengan teman–temannya.

7. Berikan penghargaan.


Berikan pujian, elusan, kecupan sayang bila anak dapat melalui hari pertamanya dengan baik, tidak menangis, tidak mencari–cari orangtua, dan lain sebagainya. Pujian, elusan, dan kecupan akan memupuk keyakinan dan kepercayaan diri anak bahwa dia akan baik–baik saja di sekolah.

Demikianlah tips-tips untuk orang tua pada saat mengantar hari pertama anak masuk sekolah.
Selalu ingat dan tanamkan dalam pikiran bahwasanya setiap anak dibekali kemampuan untuk hidup bahagia. Yang dibutuhkan adalah target dan dukungan untuk membuatnya terjadi, dan awal pertama masuk sekolah adalah saat yang tepat untuk mewujudkannya.

Seperti yang dikemukakan mendikbud Anies Baswedan; hari pertama masuk sekolah adalah saat yang tepat untuk memulai babak baru bagi kita semua. Ini saat bagi kita untuk membentuk sekolah menjadi taman, menjadi ekosistem pendidikan yang penuh tantangan tapi menyenangkan bagi semua warganya.

Pada akhirnya semoga pendidikan di Indonesia akan dapat berjalan dan berfungsi sebagaimana mestinya seperti yang dicita-citakan sejak dahulu kala oleh para pendahulu kita, dan mampu memberikan kontribusi positif untuk kemajuan dan kejayaan Republik Indonesia tercinta ini. Amin.

sumber: http://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

0 Response to "Gerakan Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah"

Post a Comment